Berita Details
- Home
- Berita Details
- “tantangan untuk masa depan yang cerahâ€
“tantangan untuk masa depan yang cerahâ€
Halo, teman-teman! Perkenalkan, nama saya Ezra Pujian Tambunan, mahasiswa Universitas STEKOM Cabang Kendal program studi S1 Akuntansi. Saya tinggal di Weleri, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, dan saat ini berusia 19 tahun. Setiap momen yang saya tulis dalam naskah ini membawa mimpi dan cita-cita yang selalu saya sebut dalam doa. Semoga tulisan ini bisa menjadi inovasi dan inspirasi bagi kita semua.
Teman-teman, apakah kalian pernah mendengar kalimat, "Tantangan untuk masa depan yang cerah?" Pasti tidak asing lagi, ya? Kalimat tersebut sangat memotivasi, terutama bagi kaum Gen Z. Bagi saya, kalimat itu merupakan dorongan untuk memiliki mimpi besar dengan menghadapi berbagai tantangan

Saya dulu bersekolah di SMA Theresiana Weleri, di mana setiap siswanya diwajibkan mengikuti program magang sesuai jurusan. Ada dua pilihan magang di sekolah saya, yaitu magang elektro dan magang di Kospin Sekartama. Saya memilih magang di Kospin Sekartama selama tiga tahun karena adanya kerja sama antara sekolah dan Kospin tersebut. Setelah menyelesaikan program magang, saya mendapatkan sertifikat dari Kospin Sekartama.
Singkat cerita, saat pertama kali magang di Kospin Sekartama, saya berpikir, "Wah, kira-kira saya bisa tidak ya menjalani magang selama tiga tahun?" Dalam hati saya sempat ingin menyerah, tetapi saya menganggapnya sebagai tantangan untuk lulus SMA. Akhirnya, saya menjalani tantangan itu. Di sana, saya diajarkan tentang manajemen, bisnis, dan bagaimana cara membangun bisnis yang berkembang pesat. Dari pengalaman magang tersebut, saya belajar banyak meskipun menghadapi berbagai rintangan. Namun, dengan niat dan tekad yang kuat, saya percaya bahwa semuanya bisa dilalui dengan sukses.

Sebelum lulus SMA, saya sempat bingung memilih universitas untuk melanjutkan pendidikan. Saya mencoba mendaftar di salah satu Universitas Negeri melalui jalur SNBP dengan memilih dua jurusan, yaitu S1 Akuntansi dan S1 Psikologi. Namun, Tuhan berkehendak lain. Saat itu, saya kecewa karena pihak sekolah tidak melanjutkan pendaftaran SNBP saya
.
Di tengah kekecewaan itu, Tuhan mempertemukan saya dengan Universitas STEKOM. Saya mencari tahu apakah ada program beasiswa di sana, dan ternyata ada! Saya langsung mendaftar di Universitas STEKOM, memilih S1 Akuntansi, dan puji Tuhan, saya mendapatkan pembebasan biaya SPI/UKT serta potongan SPP. Mungkin, jika di perguruan tinggi negeri, kesempatan mendapatkan diskon seperti ini cukup langka. Orang tua saya pun setuju dengan keputusan saya untuk kuliah di Universitas STEKOM. Selain itu, para dosennya sangat ramah terhadap mahasiswa, dan yang lebih menarik, di Universitas STEKOM kita bisa kuliah sambil bekerja. Memang, Universitas STEKOM adalah pilihan terbaik!

Singkat cerita, saat ospek, saya sempat khawatir tidak memiliki teman di kampus. Saya menyadari bahwa mencari teman sejati itu tidak mudah. Namun, saat ospek berlangsung, Tuhan mempertemukan saya dengan teman terbaik satu jurusan. Kami saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing. Setiap hari, kami berangkat kuliah bersama dan menjadi sahabat baik di kampus.
Demikian naskah dari saya sebagai mahasiswa UnivSTEKOM Cabang Kendal. Semoga tulisan ini tetap hidup di hati para pembaca. Apabila ada kesalahan kata dalam naskah ini, saya mohon maaf. Terima kasih.
