Berita Details
- Home
- Berita Details
- plot twist hidupku: dari kegagalan ke kemenangan
plot twist hidupku: dari kegagalan ke kemenangan
Halo! Aku Wawah Sri Sunenti, 23 tahun dari Tangerang, Banten. Aku mahasiswa S1 Bisnis di Universitas STEKOM. Perjalanan hidupku penuh lika-liku, dari mimpi besar yang pupus hingga menemukan jalan baru yang tak terduga.
Sejak kecil, aku bercita-cita menjadi dokter, tetapi faktor ekonomi membuat impian itu sulit terwujud. Aku mencoba masuk PTN dua kali dan gagal. Orang tuaku menginginkanku menjadi PNS, tetapi aku ingin menentukan jalanku sendiri. Aku sempat lolos seleksi Poltekkes untuk jurusan keperawatan, namun biaya kuliah yang tinggi membuatku mundur.
Pada tahun 2021, aku mendapatkan beasiswa KIP-K untuk D3 Manajemen Informatika di Bandung. Kesempatan ini sangat berarti, meski aku masih merasa haus akan ilmu. Aku pun memutuskan untuk melanjutkan S1 di Universitas STEKOM, membiayai sendiri kuliahku dengan uang saku dari beasiswa.
Selama kuliah, aku aktif di berbagai organisasi seperti BEM, HIMA, Rohis, dan KSR PMI. Di tengah kesibukan, aku harus menghadapi tantangan besar: pembiayaan kuliah setelah beasiswa KIP-K berakhir. Sejak Juni 2024, aku mulai mencari pekerjaan agar tetap bisa kuliah. Akhirnya, pada September 2024, aku diterima sebagai Fullstack Developer di sebuah agency digital marketing di Tangerang Selatan.
Perjalanan ini tidaklah mudah. Aku harus beradaptasi dengan dunia kerja yang penuh tantangan, membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan. Namun, aku percaya bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membuahkan hasil. Dalam proses ini, aku juga belajar bahwa ketekunan dan keberanian mengambil langkah baru adalah kunci untuk terus maju.
Universitas STEKOM membantuku dengan biaya yang terjangkau dan fleksibilitas bagi mahasiswa pekerja, sehingga aku bisa terus belajar tanpa mengorbankan karierku. Aku merasa beruntung bisa berada di lingkungan yang mendukung perkembanganku, baik dari segi akademik maupun profesional. Kini, aku sudah lulus D3 dan sedang mengejar gelar S.Bns. Perjalanan ini mengajarkanku bahwa kegagalan bukan akhir segalanya—dengan tekad dan usaha, pintu baru akan selalu terbuka.
