Berita Details
- Home
- Berita Details
- mahasiswa universitas stekom, agustina ania, raih penghargaan inspiring student series #13 berkat kisah perjuangannya
mahasiswa universitas stekom, agustina ania, raih penghargaan inspiring student series #13 berkat kisah perjuangannya
Semarang-Universitas STEKOM kembali memberikan apresiasi kepada mahasiswa berprestasi melalui program Inspiring Student Series edisi ke-13. Pada periode ini, penghargaan diberikan kepada Agustina Ania, mahasiswa Program Studi S1 Hukum Angkatan 2025, atas kisah inspiratifnya yang mengangkat semangat ketangguhan dan keberanian dalam menghadapi tantangan hidup.
Melalui tulisannya yang berjudul “Hidup Boleh Menghukum, Tetapi Mimpi Akan Membebaskan,†Agustina menuturkan perjalanan hidup yang penuh lika-liku, mulai dari masa kecil di Flores, Nusa Tenggara Timur, hingga keputusannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi sambil bekerja sebagai caregiver (perawat lansia). Kisah ini berhasil menyentuh banyak pembaca karena menggambarkan realitas perjuangan mahasiswa pekerja yang tetap teguh mengejar pendidikan.
Berikut adalah kisah lengkap yang dituliskan oleh Agustina Ania sebagai bagian dari penghargaan Inspiring Student Series #13:
Hidup Boleh Menghukum, Tetapi Mimpi Akan Membebaskan
(Karya: Agustina Ania – Mahasiswa S1 Hukum Universitas STEKOM)

Terlahir dari keluarga yang pas-pasan di Flores, NTT, membuat Agustina Ania terbiasa menjadi bahan ejekan sejak duduk di bangku SD. Namun, ejekan itu tidak pernah memadamkan mimpinya. Kini, ia adalah seorang mahasiswa Program Studi S1 Hukum di Universitas STEKOM Semarang Angkatan 2025, yang sekaligus bekerja sebagai caregiver (perawat lansia).

"Saya adalah orang paling keras kepala di antara saudara-saudara saya," ujar Agustina. "Hidup seakan menuntut saya untuk tidak pernah tunduk pada keadaan." Bagi sebagian orang, sikapnya ini mungkin terlihat seperti kebodohan; menggugat sesuatu yang mustahil dimenangkan. "Tapi bagi saya, selama keinginan itu belum terpenuhi, saya akan terus mencari, sampai takdir sendiri mengucapkan putusan terakhirnya," tegasnya.
Perjalanannya dimulai selepas SMA di tahun 2020. Agustina bekerja sebagai perawat lansia, sebuah pekerjaan yang ia sebut sebagai "ruang ujian kesabaran". "Membersihkan tubuh yang renta, menghapus kotoran, mendengar keluhan, dan menelan lelah dalam diam. Dari sana saya belajar bahwa kesabaran bukan sekadar pilihan, melainkan kebajikan yang harus dipeluk, bahkan ketika dunia terasa absurd," tuturnya.
Ujian itu tidak hanya datang dari pekerjaan. Agustina pernah merasakan tidur di kosan dengan perut kosong karena tidak ada yang bisa dimakan. Ia pernah diusir dari satu kosan ke kosan lain karena telat membayar. "Saya juga pernah diputuskan pacar hanya karena gaya hidup saya terlalu sederhana. Semua itu luka yang tidak ringan, tapi justru mengajarkan saya arti resiliensi," kenangnya. "Hidup bukan tentang seberapa banyak kehilangan, melainkan seberapa kuat kita bangkit kembali."
Saat teman sebayanya sibuk kuliah, Agustina memilih menempuh jalan berbeda. Namun, mimpinya menjadi sarjana hukum tidak pernah padam. Ia sering menyempatkan diri hadir di forum-forum diskusi mahasiswa dari kampus besar di Jogja, bahkan sering mengikuti forum bedah buku. Ini bukan untuk membandingkan diri, tapi untuk menguji keyakinan.
“Apakah saya minder? Tidak. Justru dari sanalah saya belajar, bahwa hak untuk bermimpi adalah ius naturale (hak kodrati) yang tidak dapat dicabut oleh siapa pun," katanya. Ejekan dan keraguan dari lingkungan sudah menjadi 'perkara' sehari-hari. Tapi bagi Agustina, setiap dakwaan sosial hanyalah pledoi kosong jika tidak bisa menggoyahkan hati.

Bekerja sambil kuliah bukan perkara mudah. Namun sebagaimana hukum mencari keadilan, ia juga mencari keseimbangan. "Dari kerja keras, saya belajar syukur. Dari lelah, saya belajar keteguhan. Dari mimpi, saya belajar arti hidup," jelasnya. Akhirnya, di tahun 2025, ia mengambil keputusan besar dan resmi melangkah sebagai mahasiswa hukum di Universitas STEKOM Semarang.
“Saya tau ini bukan jalan yang mudah. Tetapi kalau saya berhenti, saya hanya akan menjadi orang yang kalah dan selamanya dianggap tidak mampu. Saya tidak mau itu terjadi,†tegasnya. “Karena bagi saya, perjuangan adalah vonis hidup. Dan sampai akhir, saya tidak akan pernah mengajukan banding terhadap mimpi sayaâ€.
Penghargaan Inspiring Student Series #13 diberikan sebagai bentuk apresiasi atas semangat luar biasa mahasiswa dalam mengatasi keterbatasan dan membangun harapan baru melalui pendidikan. Universitas STEKOM berharap kisah Agustina Ania dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berjuang, berkarya, dan tidak menyerah pada keadaan.
Selamat kepada Agustina Ania atas prestasi dan keteguhan yang luar biasa. Semoga perjalanan akademik dan kariernya semakin bersinar dan membawa dampak positif bagi masyarakat.
