Berita Details
- Home
- Berita Details
- dhina ayu permatasari, mahasiswi s1 sistem informasi universitas stekom raih penghargaan inspiring student series ke-13
dhina ayu permatasari, mahasiswi s1 sistem informasi universitas stekom raih penghargaan inspiring student series ke-13
Universitas STEKOM kembali mengapresiasi mahasiswa-mahasiswa yang memiliki kisah perjalanan hidup inspiratif melalui ajang Inspiring Student Series ke-13. Pada edisi kali ini, Dhina Ayu Permatasari, mahasiswi Program Studi S1 Sistem Informasi, menjadi salah satu penerima penghargaan berkat kisah reflektif dan penuh makna yang ia tuliskan dengan judul "Jalan Syukur Dalam Rencana Tuhan."
Kisah Dhina menggambarkan perjalanan seorang mahasiswi penerima beasiswa yang berproses menemukan makna syukur di tengah keterbatasan, tantangan, dan dinamika kehidupan. Keputusannya untuk tetap berkuliah sambil bekerja, serta bagaimana ia memaknai ulang kegagalan dan rencana Tuhan, menjadi inti dari narasi inspiratif yang ia bagikan. Melalui ceritanya, Dhina menunjukkan bahwa perjuangan, ketekunan, dan rasa syukur dapat menuntun seseorang menuju jalan yang tidak hanya lebih baik, tetapi juga lebih tepat bagi kehidupannya.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kisah yang ia tulis, berikut disajikan karya asli Dhina Ayu Permatasari sebagaimana dituliskan penulisnya, tanpa penyuntingan:
"Jalan Syukur Dalam Rencana Tuhan"
(Karya: Dhina Ayu Permatasari - S1 Sistem Informasi, Universitas STEKOM)
Setiap orang memiliki perjalanan hidupnya masing-masing. Terkadang ada jatuh, ragu, bahkan rasanya ingin berhenti. Perjalanan ini bukan hanya tentang mencapai tujuan, tetapi juga tentang bagaimana saya, Dhina Ayu Permatasari, seorang mahasiswi beasiswa yang sudah memasuki semester 5 di Universitas STEKOM, belajar bersyukur. Saya diberi kesempatan untuk kuliah sambil bekerja sebuah tantangan yang sekaligus menjadi motivasi terbesar dalam hidup saya.
Semua berawal setelah saya lulus SMK. Saya sempat merasa sangat kecewa karena tidak bisa mewujudkan impian untuk kuliah di luar kota. Namun, takdir menuntun saya untuk lanjut kuliah di Universitas STEKOM. Saya bertekad untuk tidak membebani orang tua dan kakak-kakak saya. Saya pun mencoba mendaftar berbagai program beasiswa yang tersedia sambil menjalani perkuliahan. Hingga ada satu kejadian (yang tidak dapat saya ceritakan secara rinci) menyadarkan saya. Kejadian itu membuat saya berpikir, jika saja dulu saya benar-benar nekat kuliah di luar kota, mungkin justru hal buruk yang akan terjadi.
.jpg)
Sejak saat itu saya yakin bahwa kegagalan bukanlah akhir. Itu adalah jalan Tuhan agar saya terhindar dari penyesalan besar, dan mungkin saya tidak akan bisa kuliah sambil bekerja seperti sekarang. Saya sangat bersyukur; dari proses itu saya belajar bahwa rencana Tuhan selalu lebih baik dari rencana saya sendiri. Saya pun menjalani kuliah dengan ikhlas dan semangat baru. Syukur rasanya ketika saya akhirnya dinyatakan diterima sebagai penerima beasiswa. Meski begitu, saya tetap ingin mencari penghasilan tambahan untuk meringankan tanggungan keluarga.
Saya akhirnya mendapat kesempatan bekerja sebagai guru ekstrakurikuler komputer di sebuah SD. Ini adalah tantangan baru, terutama karena saya termasuk orang yang kurang sabar. Tetapi saat menghadapi anak-anak, saya dituntut untuk bisa lebih sabar. Menjadi seorang pengajar bukan hanya tentang menyampaikan materi, tetapi juga tentang melatih kesabaran, belajar memahami karakter setiap anak, dan menemukan cara agar mereka bisa menikmati pelajaran.
.jpg)
Kepuasan terbesar saya adalah saat melihat anak-anak tersenyum dan memahami apa yang saya ajarkan. Pekerjaan ini tidak hanya melatih kesabaran saya. Dari sini, saya mendapat banyak relasi, pelajaran berharga, dan pengalaman baru. Tentu saja, saya juga mendapatkan penghasilan untuk membantu keluarga dan menabung. Dari hasil bekerja, saya bisa menabung untuk membeli laptop yang sangat menunjang perkuliahan. Saya juga bisa memenuhi kebutuhan pribadi, dan yang paling membahagiakan, sesekali mengajak orang tua saya menikmati waktu luang bersama.
"Perjalanan ini mengajarkan saya arti perjuangan, ketekunan, dan rasa syukur. Saya bangga bisa kuliah sambil bekerja, karena dari situ saya menemukan pengalaman berharga dan keyakinan bahwa rencana Tuhan selalu yang terbaik."
Penutup
Penghargaan yang diraih oleh Dhina Ayu Permatasari menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas STEKOM tidak hanya berkembang dalam aspek akademik, tetapi juga dalam kedewasaan, ketangguhan, dan kemampuan memaknai perjalanan hidup. Kisah ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus bersyukur, berproses, dan melangkah maju meski dalam kondisi yang tidak selalu mudah.
Universitas STEKOM menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dhina Ayu Permatasari atas dedikasi, perjuangan, dan semangatnya. Semoga kisah ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan yakin bahwa setiap perjalanan memiliki rencana terbaik dalam waktunya.
