Berita Details
- Home
- Berita Details
- dewi lestari: seni menikmati magang di semester 7
dewi lestari: seni menikmati magang di semester 7
Universitas STEKOM kembali menegaskan komitmennya dalam mengapresiasi perjuangan dan perjalanan inspiratif mahasiswa melalui ajang Inspiring Student Series 14. Pada seri kali ini, sorotan apresiasi diberikan kepada Dewi Lestari, mahasiswi S1 Manajemen, melalui karya tulisnya yang berjudul Seni Menikmati Magang Di Semester 7.
Melalui kisahnya, Dewi menghadirkan refleksi mendalam tentang makna kebahagiaan, kemandirian, dan ketangguhan dalam menjalani peran ganda sebagai mahasiswa sekaligus pekerja. Ceritanya bukan sekadar tentang kuliah sambil kerja, melainkan tentang bagaimana keterbatasan mampu diubah menjadi kekuatan. Nilai manajemen waktu, rasa tanggung jawab, serta kebanggaan membiayai pendidikan sendiri menjadi pesan moral yang kuat dan menyentuh.
Untuk menjaga keaslian pesan dan emosi yang ingin disampaikan, berikut ini kami tampilkan naskah asli dari Dewi Lestari
Seni Menikmati Magang Di Semester 7
Dewi Lestari Mahasiswi Program Studi S1 Manajemen (Universitas STEKOM)
Orang sering berkata bahwa masa muda adalah masa untuk bersenang-senang. Namun, bagi saya, definisi senang itu sedikit berbeda. Jika teman-teman lain mungkin menghabiskan sore hari dengan nongkrong di kafe kekinian, saya menemukan kebahagiaan saya di tempat yang aroma utamanya adalah sampo kendaraan dan suara latar belakangnya adalah deru mesin kompresor air.
Perkenalkan, nama saya Dewi Lestari. Saat ini saya adalah mahasiswi semester 7 Program Studi S1 Manajemen di STIE STEKOM Kartasura. Di saat yang bersamaan, saya memegang tanggung jawab di bagian Marketing dan Administrasi di Cucian Motor X Platinum.

Mungkin terdengar kontras: seorang calon sarjana manajemen yang berkutat di bisnis cuci motor. Namun, izinkan saya bercerita mengapa perpaduan dua dunia ini justru menjadi universitas kehidupan terbaik bagi saya, seorang anak yang lahir dari kalangan sederhana namun memiliki mimpi yang tidak sederhana. Banyak orang meremehkan pekerjaan di tempat cuci motor. Ah, cuma main air, pikir mereka. Tapi di Cucian Motor X Platinum, peran saya menuntut lebih dari itu. Sebagai staf Marketing dan Administrasi, saya adalah otak kecil yang memastikan bisnis tetap berjalan lancar di tengah persaingan yang ketat.
Di sinilah keajaiban itu terjadi. Apa yang saya pelajari di kelas Manajemen STIE STEKOM Kartasura bukan sekadar teori di atas kertas. Saat dosen menjelaskan tentang Customer Relationship Management (CRM), saya langsung mempraktikkannya dengan menyapa ramah pelanggan X Platinum, mendengarkan keluhan mereka tentang noda membandel di motor, dan memberikan solusi. Saat mata kuliah Manajemen Keuangan membahas tentang cash flow, saya langsung menerapkannya dalam pencatatan administrasi harian di tempat kerja.

Kuliah sambil bekerja membuat ilmu saya menjadi hidup. Saya tidak menghafal materi demi nilai A semata, tetapi saya memahaminya karena saya membutuhkannya untuk bertahan hidup dan berkarya.
Saya tidak lahir dari keluarga yang bisa memberikan segalanya dengan jentikan jari. Saya berasal dari kalangan sederhana, di mana setiap rupiah sangat berharga. Awalnya, ada rasa lelah. Ada momen di mana saya melihat teman-teman seangkatan bisa fokus hanya pada skripsi tanpa memikirkan target pekerjaan.
Namun, perlahan pola pikir saya berubah. Keterbatasan ekonomi bukanlah tembok penghalang, melainkan trampolin. Justru karena saya harus bekerja, saya belajar menghargai waktu. Saya belajar bahwa uang kuliah yang saya bayarkan adalah hasil keringat sendiri, dan itu membuat setiap detik di dalam kelas terasa jauh lebih berharga. Ada kebanggaan tersendiri saat bisa membayar semesteran tanpa membebani orang tua. Rasa mandiri itu percayalah adalah bentuk kesenangan yang sangat memuaskan batin. Kini, di semester 7, garis finis sudah terlihat. Skripsi dan pekerjaan berjalan beriringan. Lelah? Pasti. Tapi menyerah? Tidak ada dalam kamus saya.

Kepada teman-teman mahasiswa, khususnya di STIE Stekom dan anak-anak muda dari kalangan sederhana di luar sana: Jangan pernah malu dengan pekerjaanmu, sekecil apapun itu di mata orang lain. Jangan merasa kuliah sambil kerja adalah sebuah kutukan. Ubahlah perspektif itu.
Bekerja di bagian Marketing dan Admin Cucian Motor X Platinum telah mengajarkan saya bahwa manajemen bukan hanya soal mengatur perusahaan besar di gedung bertingkat, tapi soal mengatur diri sendiri, mengatur ego, dan mengatur prioritas.
Kuliah sambil kerja itu menyenangkan karena ia menempa kita menjadi versi terbaik dari diri kita sebelum waktunya. Kita menjadi dewasa lebih cepat, tangguh lebih awal, dan siap menghadapi dunia nyata.
Saya Dewi Lestari, dari balik meja administrasi dan tumpukan buku manajemen, saya bangga mengatakan: Saya kuliah, saya bekerja, dan saya bahagia.
Kisah Dewi Lestari menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak selalu hadir dalam panggung besar, melainkan dalam konsistensi menjalani tanggung jawab setiap hari. Semangatnya mencerminkan karakter mahasiswa Universitas STEKOM yang adaptif, tangguh, dan siap menghadapi dunia profesional dengan pengalaman nyata.
Semoga cerita ini menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa Universitas STEKOM untuk terus berani bermimpi, bekerja keras, dan memaknai setiap proses sebagai bagian dari perjalanan menuju kesuksesan.
